Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Sunday, October 9, 2011

IDOL

today i want to talk about idol. The first person that tell me the meaning of idol is my friend at 2nd grade of high school. Idol literally means "berhala", so idoling people means you really adore to them, everything they do is perfect on your objective, their lifestyle is your dream.

But every second we got mature, we realize that they are imperfect. They are different from what we think before. they are totally just human. not more.
Sometimes they also do cruel thing, a bad ones, inappropriate manner that doesn't fit with our values, doesn't fit with our society values.
From that fact, please treat them just like human. Learn the good things from them, and do not copy their bad.

"Do not see the words from the speaker, Look at the words then you will know who the speaker is"

That sentence really means something to me; you can interpret that you can learn from everyone, everywhere, every time with various ways.

Recently my friends doing much great thing. They become reliable and powerful as human. So much good things can be learn from them.
i want to congrats them from the deepest of my heart with all the things that they had done, with all the things they achieved.
My senior in high school recently shows in TV, has a intellectual discussion with the authors, he is the representative student of their campus, The best Campus in our central city. He really shines, make his friend, family, teacher, comrade proud of him.
Two of my friend going to study abroad for student exchange, they were not so shine.. but every minute they become much better, and now they are shine brightly.

Friends that was really amazing, now become more amazing. Have good thought, brilliant, humble and wise. Why they become people like that? maybe they struggle much and learn much than we did.

Another people really become expert on their department, create something new and their product used by people around them. They are make me so proud.

Last new that i heard is, Maria Selena become Putri Indonesia 2011, congrats for her.
She comes from the same high school of me. Everyone really do the metamorphosis.
Back to the past she looks more casual, but now she looks feminine.
Congrats to you.

Everyone has their beautiful side, learn it from them to be better person in the future. =)

ja!

Tuesday, June 21, 2011

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab yang Menimba Ilmu di Amerika


Thx to : sidanyunyun.blogspot.com

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa per-tanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda terse-but dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat."

Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

Sang pendeta pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."

(Al-Isra': 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.

-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman,

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,

"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa j: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT berfirman,

"Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf A.S.

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,

"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu de-ngan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman,

"Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman,

"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT,

"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengu-rungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini dise-tujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mende-saknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 per-tanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!" Pendeta tersebut berka-ta, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

(Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui internet,www.gesah.net )

Tuesday, May 31, 2011

Catatan kecil


Ini kisah tentang seorang anak kecil berusia 8 tahun yang gemar menjalankan puasa sunnah terutama puasa di hari kamis. Ia berpuasa di hari-hari tertentu yang utama untuk berpuasa. Ia belum mengerti benar maknanya, namun ia senang untuk menjalankannya. Senang dengan anjuran Nyai-nya untuk berpuasa. Senang ketika waktu maghrib ia dapat berbuka bersama teman dan seniornya. Bertukar makanan dan merasakan kedekatan dengan yang lain.


Pernah suatu ketika saat hari kamis, waktu itu ia kelas 2 SD, ia berpuasa dan bersekolah siang hari. Suhu udara cukup panas, sekitar 33 derajat Celcius.

Ketika ia diminta maju ke depan kelas, ia hampir-hampir tidak bisa berdiri. Ia merasa lemah. Dengan payah ia berjalan. Walaupun lemah, ini tidak mengurungkan niatnya untuk tetap berpuasa seharian penuh. Ia berpikir, ia hanya perlu lebih banyak duduk dari pada berdiri. Jam 3 siang, ia sudah lebih kuat untuk berdiri. Ia pulang sekolah jam 4 sore, dan hingga menjelang maghrib, ia belum batal puasa. Ia berhasil menjalankan puasa hari itu.

Ia tidak mau membatalkan puasa hanya karena ia benar-benar ingin berpuasa pada hari itu.

Kemudian anak tersebut beranjak dewasa, menjadi siswa SMP. Ia tetap gemar menjalankan puasa Kamis, dan bertambah menjadi senin-kamis. Ia cukup pandai dan mampu belajar banyak. Ia mampu menyelesaikan soal dengan cara-caranya sendiri.

Ia kian beranjak dewasa, ketika di bangku SMA, amalan puasa sunnahnya menurun, dan ketika menjadi mahasiswa, ia berusaha membiasakan kembali puasa sunnahnya.

Kehidupan mahasiswa tidaklah muda. Jauh dari rumah. Jauh dari buaian kasih sayang orang tua. Ia berpuasa di awal bulan, tengah dan kadang di akhir bulan. Kadang ia punya sesuatu untuk berbuka, namun banyak pula kesempatan ia berbuka puasa dengan sekedarnya saja.

Ini berbeda dengan puasa-puasanya dahulu. Dulu ia berpuasa dengan tenang karena tahu akan tiba masa berbuka.

'”Dengan berpuasa kita bisa merasakan rasa lapar yang dimiliki orang miskin “

Ya, ia telah mengetahui rasa lapar berpuasa sejak ia berusia 8 tahun, bahkan 7 tahun. Ia jelas tahu orang miskin yang jarang makan akan sering merasakan rasa lapar seperti itu.

Tetapi ini berbeda, ini tidak hanya tentang rasa lapar seharian, ini juga tentang kecemasan. Kecemasan apakah esok hari akan merasa lapar seperti ini ketika tidak mempunyai sesuatu untuk dimakan.

Tentu Allah SWT telah menebarkan berbagai kenikmatan untuk dikonsumsi manusia, namun terkadang, tangan-tangan di depan menahannya, dan tidak sampailah rejeki itu di tangan mereka. Mereka cemas apakah esok mereka akan mempunyai makanan, apakah anak-anak mereka makan 3X sehari dan tidak merasakan lapar seperti mereka. Mereka was-was apakah mereka akn mudah terjangkit penyakit karena daya tahan tubuh mereka menurun. Mereka khawatir dengan masa depan anak-cucu merka. Jika mereka tidak mampu menahan ini, naluri alamiah mereka akan memaksa mereka untuk keluar dari apa yang disebut ‘baik’.

Menurutnya puasa ini lebih berat dari puasa yang terdahulu karena saat ini ketika berpuasa, ia juga harus mampu mengontrol kecemasan yang terlintas tentang akankah ia dapat berbuka. Kemudian qalbunya berkata tentu saja, Allah sudah memberikan rejeki. Dan meyakinkan diri bahwa jika hanya air putih, maka itulah yang terbaik, (teringat ia ketika Rasulullah bertanya kepada Aisyah ra, “apakah makan kita hari ini wahai Aisyah?”/ “dengan cuka ya Rasulullah”/ dan Rasulullah berkata “Cuka adalah makanan yang terbaik”) dan jika esok hari harus disambung lagi dengan berpuasa, maka kembali meyakinkan diri bahwa ini datangnya dari Allah, dan segala yang datang dari Allah adalah yang terbaik, karena ketika kita mampu melewatinya, kita akan menjadi manusia yang lebih baik,yang lebih bijak dari yang sebelumnya. Maka dari banyak hal yang membisik dalam qalbu, ia memerlukan tekad yang lebih kuat untuk melanjutkan puasa.

Namun tidak semua orang mampu untuk bersikap seperti itu. Jadi para pemimpin, janganlah kau menuntut terlalu banyak pada mereka ketika kau tidak mampu memberikan keamanan dan kesejahteraan mereka.

“Urusi saja masalahmu, masalah moral, biar kami, urus sendiri!”

Ia berpesan kepada dirinya sendiri di masa depan, jikalau menjadi pemimpin jangan sampai melalaikan keamanan dan kesejahteraan rakyatnya.

Every struggle that comes, remembering us that we are weak, God is strong, and when we can pass/defeat it, we become better human and the wise ones, become closer to God.

what's wrong with falling down? You can always stand up again.

Friday, May 13, 2011

Alhamdulillah

Alhamdulillah kata yang selalu kita uraikan manakala mendapat suatu nikmat.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah” aku bergumam,

Banyak scene yang muncul dipikiran, seperti slide show menampilkan orang-orang yang ku kenal atau orang yang aku temui di jalan mengucapkannya dengan wajah sumringah. Bukan pemandangan yang janggal, ya ini adalah pemandangan yang wajar.

Namun kembali kuresapi, jika Alhamdulillah memiliki arti segala puji bagi Allah, maka pujian itu hendaknya tidak terbatas oleh suatu apapun. Maka Allah tetap berhak dipuji kapan pun dan dimana pun.

Berdetak jantung ini ingin mendengar orang yang senang mengucapkan Alhamdulillah bahkan di situasi yang tidak menguntungkan.

Kapan bisa mendengarnya, dari siapa ucapan itu keluar, ingin mengetahui jawabannya.

aku sedang dalam perjalanan ketika sebuah sms masuk ke inbox ponselku, isinya kira-kira begini:

“Fatimah, kamu kimia Fisik 3 dapet A”

“Alhamdulillah!!” aku berseru mengucapkan syukur karena mendapat nilai yang baik pada mata kuliah yang ku sukai.

kemudian ponsel bergetar kembali, isinya

“Maaf Fatimah, tadi sms-nya salah, kamu dapet B”

Ya, Rabb apakah engkau sedang mengobrol dengan hamba? berdesir perasaan unik, lebih tinggi dari bahagia karena mendengar berita yang pertama, Ya, kalimat itu yang kupilih. Alhamdulillah..

sambil tersenyum, hamba berucap “Alhamdulillah ya Allah”, dengan perasaan senang yang tidak setipe dengan perasaan senang apapun. Serasa Engkau begitu dekat. Engkau menjawab pertanyaan hamba melalui hamba sendiri, ya Allah.

Jawaban itu Engkau berikan melalui hamba, tidak lama. Hamba yang menyaksikan bahwa Allah berhak dipuji, tidak terbatas apapun.

Saat itu keluar ucapan “Alhamdulillah” dariku dalam 2 situasi yang berbeda.

Ya Allah Thank You.. untuk segala ilmu dan hikmah.

Alhamdulillah :)

alhamdulillah

Monday, June 28, 2010

Sudut Pandang


Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.

“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.

“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”

“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.

Tuesday, January 6, 2009

Call her Sarah

aku merasa lebih mengetahui banyak hal dari apa yang diketahui sahabatku...,, itulah salahku...


hey,,..selama dua tahun tidak bertemu, akhirnya aku berjumpa kembali dengan teman lama ku saat di SD. Dia kemudian menceritakan berbagai pengalamannya bekerja di negeri orang.,,

Aku merasa lebih beruntung dari dia pada banyak hal dimana aku tetap bisa melanjutkan studi sementara dia tidak.,aku memiliki keluarga yang utuh, dia tidak. Aku lebih lama dimanja dalam kasih sayang orang tua namun dia telah lebih dahulu dewasa oleh waktu dan lingkungan.,,

Masih ingat saat menyedihkan itu. saat dia berpamitan denganku untuk menapaki dunia luar,, saat itu aku masih kelas 2 SMA. Dia berpamitan padaku dengan hati pahit yang ia sembunyikan,,.. matanya seolah bercerita setidaknya ia ingin menjadi seperti aku berada di tengah keluarga yang penuh dengan kasih,, terus bisa menuntut ilmu.,, bisa terus belajar banyak hal,, menikmati dunia remaja,,dan selalu berada di samping orang2 yang dicintai., kami berpisah saat itu..

dua tahun telah mengubah kehidupannya lebih banyak daripada waktu yang sama itu mengubah hidupku.
Dan sekarang aku merasa dia jauh nlebih banyak mengetahui dunia ini berkali-kali lipat dari aku..

Dia bilang: " Aku belum pernah menjelajah seluruh Cirebon apalagi Indonesia, tapi aku yakin sekali telah menjelajahi seluruh kuwait"

Dia adalah cewek paling energik saat kami SD, dia belajar dengan cepat. Terutama matematika.,
tidak heran jika ia cepat sekali belajar bahasa sana. Hanya bermodalkan tiga kata dalam bahasa kuwait yaitu: ana yang berarti saya, la yang berarti tidak dan khalas yang berarti sudah..

Dia memperkenalakan dirinya : ana sismik sarah(saya sarah)
kata la yang berarti tidak ia gunakan jika ada yang menanyakan (yes no question) padanya sementara khalas(yg berarti sudah) ia gunakan jika ditanya apakah sudah menyelesaikan suatu pekerjaan..

Aku salut dengannya karena ia tidak pernah gentar menjalani hidup , mendapat perlakuan yang tidak mengenakannya tidak lantas membuat ia tertekan dan ciut nyali. Sering ia mengumpat kata-kata yangb tidak diketahui lawan bicaranya. ketika lawan bicaranya marah atau ngomel, ia langsung mengumpat:" Dasar mak lampir", atau "dasar bolot" dan jikalau si lawan bicaranya bertanya tentang artinya, maka ia berkata kalau arti dari itu adalha indah kadang dia mengatakan bahwa artinya adalah "cantik" atau "ganteng". sehingga si lawan bicara bukannya marah, malah makin akrab dengan temanku yang mereka kenal sebagai orang Indonesia yang cantik, tinggi dan cepat belajar bernama, Sarah.
:)

Thursday, December 11, 2008

Ini bukan solusi sakti !

Suatu hari di sekitar Gerlong, Bandung,
ketika aku dan sahabatku hendak membeli makanan kami berjumpa dengan seorang
pemuda yang tampak kebingungan. Dari sosok dan wajahnya kami mengetahui bahwa ia adalah teman kami di jurusan perkuliahan. Basa-basi kami menyapa dia. Dia membalas menyapa kemudian dia berkata: "Teman, ada yang tahu alamat ini?..nomer 147. Yang mana ya..
soalnya yang ada itu nomer 146 sama nomer 148..
"

Salah satu diantara kami menjawab:" eum tanya sama orang di sini dulu aja.. kita juga belum tau dareah sekitar sini.. Tapi kayaknya mah ada di tengah2 antara 146, 148.."

" Emang kenapa nyari alamat itu..?"yang lain dari kami bertanya.

Dia menjawab: "ini.. mau nyoba buka Les privat tapi dari tadi ga ketemu2 .. alamatnya"

Segera kami dipenuhi rasa kekaguman, saat itu kami juga baru menyadari ada tiga kotak Donat yang telah kosong yang ia bawa di tangan kirinya. Aku dan sahabatku tidak saling berkata-kata ketika itu tapi kami tahu masing2 dilingkupi kekaguman yang sama. Tahulah kami sebuah fakta bahwa dari pagi pemuda itu telah berusaha menambah pendapatannya demi studi. Dan di sore yang gerimis itu.. dia masih mencari2 uang saku itu, uang saku yang telah dikantongi oleh mahasiswa lain sebagai beasiswa dari orang tuanya masing-masing.

" Punya nomer teleponnya ga?"kembali salah satu dari kami bertanya.
Si pemuda menjawab:"Ada"
Otak kami langsung merespon pernyataan si pemuda. Dan dengan spontannya seolah memberikan solusi paling sakti kami berucap: " Ya udah telepon aja... atau sms"
sebentar kami merasa senang betul seperti telah menyelesaikan persoalan rumit.
Tetapi kami salah ketika dia bilang: " Saya ga punya hape"

Nada suaranya yg rendah membuat kami bersedih bagaikan telah menanyakan anggota keluarganya yang telah tiada.
Ingin kami membantu, tapi apa daya pulsa kami pun tak berdaya.

Sejenak aku membatin mungkin bagi sebagian orang tidaklah mudah untuk memanjat jenjang kuliah. Butuh sesuatu yang lebih bagi mereka untuk sama dengan yang lain. Dan aku yakin masih ada jutaan pemuda Indonesia yang mempunyai semangat untuk maju seperti pemuda tersebut.

Ayolah pemuda-pemudi Indonesia Tunjukkan Dirimu!!! Kita buktikan kalau kita bisa
kalau kita mampu memberikan manfaat dan kemajuan bagi tanah air tercinta...

Terakhir akhirnya kami menyarankan si pemuda untuk mencari alamat tersebut diantara rumah nomer 46 dan 48. Masuk ke gang kecil diantara 2 rumah tersebut, dia kembali menapaki tantangan hidupnya. Semoga berhasil teman!




Semoga lain kali saya bisa menceritakan kisah-kisah teman yang lain yang tidak kalah Bersemangat. Nantikan ya.. bisa saja kamu yang jadi tokoh di tulisan saya selanjutnya.


janne!!